chance and changes
It’s all bout words, memories, pictures and what you feel. That’s why I ♥ my tumblr. xoxo:)
(Source: goodreads.com, via quote-book)
(Source: quote-book)
Tuhan… Yang aku lupa ketika menangis adalah apa rasanya itu tertawa. Ketika aq mulai sakit yang aku lupa bagaimana rasanya sehat. Setiap aku merasa tertindas, sakit perih tangisan telah menjadi satu komponen dalam keadaan ini. Aku merasakan lelah yang tercampur dalam setiap hembus nafasku. Sakit ini membuatku lupa akan segalanya. Dan aku lupa untuk bersyukur. Maafkan aku Tuhan… Aku sering lupa bersyukur padamu. Aku sering mencari keadilan dari-Mu.. Padahal keadilanmu itu hakiki. Hanya manusia- manusia tertentu yang tak pernah membagikan keadilan pada setiap umatnya. Maafkan aku Tuhan.. Aku sering mengabaikan kekuatan-Mu padahal kekuatan yang Kau miliki jauh lebih dan lebih besar dari kekuatan yang ku ketahui di dunia ini. Tuhan.. Ijinkan aku merengkuh keabadian di sisi-Mu jika banyak yang menginginkan kehadiranku.. Aku memang tak kan pernah menjadi apa yang sempurna di mata orang- orang yang ku cintai. Tapi bahagiakan mereka dengan cara-Mu yang ku takkan pernah tahu bagaimana. Boleh kah aku minta satu hal ya Tuhan? Aku ingin terbang.
Malam ini, lampu tetap hidup. Ya sama seperti kedua bola mata yg tetap hidup. Seharusnya mata ini berbeda arah, aku terpejam dan lampu tetap hidup dan sebaliknya. Sudah lah biarkan lampu itu tetap menyala. Aku ingin membedah yang ada dipikiran. Mungkin takkan ada yang lebih bahagia ketika kita disekelilingi orang yang kita cintai dan kitapun mencintainya. Tapi apa itu saja cukup? yang seperti itu kah bisa bahagia? Boleh aku bicara. Aku sering kali kecewa dengan mereka yang dinamakan bahagia. Aku sering merasa sendiri. Aku seperti terjebak dalam alter ego ku sendiri. Diam ku seperti bicara pada diri ku didalam hati. Bahkan ketika aku mulai lelah. Aku mulai membenci diriku. Aku pernah kecewa dimasaku yg seharusnya mendapat dekapan, mendapat perhatian cukup. Aku kehilangan masa pembentukan kepribadianku yang optimal. Ya mungkin aku tak seharusnya menyalahkan. Setidaknya mereka tahu? Tidak.. Aku memang gagal saat itu. Tapi aku berusaha untuk tetap mengubah menjadi sepucuk keindahan. Aku berusaha berubah, aku bangkit saat keterpurukanku tak ada yg mendekapku. Saat mereka tau ”dia baik-baik saja’. Itu menyakitkan, ketika kamarmu menjadi saksi bisu, ketika cermin sebagai teman bicara. Mereka tak tahu itu. Yang mereka lihat hanya refleksi yg terpantul dari apa yg tampak. Padahal, yang tampak jelas tak selalu mewakili yang tak tampak.
(Source: somniloquy, via quote-book)